French macaroon???


ayolah….saya aja cewe tomboy gini bisa tergila-gila kalo ngeliat macaron…
mulai dari warna dan rasa, ga aneh kalo cemilan favorit Marie Antoniette jadi favorit setiap wanita. karena ada suatu klise, kalo apapun yang Queen of Debt suka, pasti disukai hampir setiap wanita di dunia.
apa itu macaron? yaitu 2 buah kue sejenis merigue yang disatukan dengan berbagai jenis isian. isian yang tradisional berupa buttercream dan chocolate ganache, tapi bisa saja berkreasi dengan berbagai isian, misalnya selai buah ato pasta kacang.

karena bentuk dan warnanya, banyak yang ngejadiin sumber inspirasi perhiasan dan decoden.

Sebagai miniaturist, saya juga sempat membuat beberapa miniatur macaron. cuman secara pribadi saya baru ngerasain macaron sekitar 2 bulan lalu. sebenernya sih karena faktor hoki, ibu yang pada waktu itu nemenin kerabat seserahan, dikasih oleh-oleh berupa sepotong gede rainbow cake sama 1 biji macaron dengan filling buttercream. dan rasanya? serasa jadi putri raja dari dunia tralala.


walopun udah diperkosa sama garpu, tetep aja yg namanya rainbow cake bikin mata melotot.

beberapa hari kemudian saya nemu kios di daerah sukamiskin yang menerima pesanan rainbow cake dan macaron dengan isi buttercream. dengan polosnya saya nanya harganya berapa.
“karena ini barang sisa saya kasih rp5.000,- per bijinya.”kata si enci sambil nunjuk satu kotak dengan makaron ukuran 5-6cm.
“ANJRIT MAHAL BANGET?!?!?!”teriak saya. dalam hati tentunya.
Cocok banget sama Marie Antoniette.
Dari internet, majalah, dan pameran-pameran, ternyata harga 1 buah makaron memang berkisar segitu, untuk isi buttercream. kalo isinya non tradisional ( non buttercream, kaya chocolate ganache ato krim rasa teh hijau) harganya bisa berkisar rp 7.000-10.000/biji. buset dah….
dan daripada itu, saya yang prinsip hidupnya “lebih baik bikin daripada beli”, mulai browsing mengenai resep macaron. ternyata membuat macaron itu ga terlalu ribet, cuman butuh ketelitian, terutama pas manggangnya. karena kalo ada 1 langkah yang gak dituruti, bisa-bisa gagal kaya gini.


rasanya sih tetep enak

Dibawah ini resep yang menurut saya bahannya paling mudah didapat dan paling gampang prosedur pembuatannya.

putih telur
tepung almond* <<—yang bikin macaron mahal tu ini
tepung gula
cream of tartar
garam
gula pasir
*untuk tepung almond, berhubung barang langka, bisa dibuat dari almond kupas yang mentah terus diblender, biar hasilnya halus, hasil blender-nya diayak, terus yang masih kasar diblender lagi.

katanya, macaron yang bagus tu selain permukaannya ga pecah/retak-retak, bagian luarnya renyah, namun bagian dalamnya masih empuk dan chewy. dan kalo udah ahli bikinnya, bakal ngehasilin macaron dengan retakan khas di bagian sisinya.


oia, untuk prosedur pembuatannya saya ngikutin yang dari Laura Vitale, soalnya cuman resep dia aja yang paling tinggi ratingnya di youtube, dan paling sederhana. untuk yang ga ngerti bahasa inggris, silahkan cari yang berbahasa indonesia, ato, kursus bahasa inggris dulu gih, hehe…

pas percobaan pertama, gagal total. hasilnya seperti gambar diatas.
setelah beberapa kali belototin video mbak Vitale, ternyata masalahnya ada 7 ;
1. naro cream of tar tar-nya kebanyakan
2. ngocok telurnya ga sampe kaku
3. naro gula pasirnya ga bertahap
4. karena hasil kocokannya ga kaku, adonannya juga ga kaku alias cair

Dan meluber sebelom dipanggang

5. kertas pelapisnya bukan kertas roti, tapi kertas minyak dapet nemu pas bongkar persediaan.
6. karena dari adonan dan kertasnya udah salah, manggangnya pun jadi ga semangat.


untuk isiannya pake selai stroberi (buatan sendiri tentunya) dicampur sama coklat rasa stroberi (dapet nemu di kulkas)

bagian tengahnya sih chewy, tapi bagian bawahnya ikut ikutan empuk, jadi nempel permanen ke kertas yang ga anti lengket. akhirnya saya, ibu, dan adek menikmati macaron gagal dengan cara di korek-korek pake sendok kaya nyomot sisa wajit di penggorengan. yang bisa diselamatkan (alias yang bisa diangkat seluruhnya dari kertas) diberi isian.
untuk percobaan kedua, jauh lebih baik.
bahan dan isian masih sama. dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan sebelumnya, serta lebih hati-hati pas manggang, hasilnya jauh lebih baik, walopun masih retak-retak dan bagian atasnya masih lancip.


Diluarnya renyah dalemnya chewy 😀

kemungkinan retak-retaknya karena dari proses mangganggnya, kayanya untuk percobaan selanjutnya harus browsing tips manggang macaron deh..
Oia, saya dapet link yang berguna banget mengenai cara membuat macaron disini 😀 isinya mendetail, dan ada juga tautan ke video serta tips dan “peraturan” mengenai pembuatan macaron. salah satunya (yang sempet jadi kesalahan saya) adalah wadah untuk mengocok telur usahakan dari bahan logam atau kaca, karena wadah dari bahan plastik terlalu “licin” untuk putih telur sehingga putih telur tidak akan kaku. kalo putih telurnya udah gak kaku, kesananya bakal ga bener deh…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s